Citilink beroperasi lagi! Masih ingat Citilink kan? Itu lho..anak perusahaan Garuda Indonesia yg target konsumennya menengah ke bawah alias menawarkan penerbangan dengan harga murah..rah..rah..Walaupun targetnya menengah ke bawah, siapa sih yg gak ngiler bisa naek pesawat terbang dengan harga murah?
Ciri khas armada Citilink kalo masih ingat tuh warna-warni. Mudah menarik perhatian apalagi untuk anak-anak kecil. Pakaian pramugarinya pun bercorak rame dan kalo terbang penumpang cuman dikasi permen relaxa, kiss, kopiko, de-el-el..(pengalaman pribadi..he..he).
Setelah menghentikan operasional sejak Januari 2008 silam karena merugi, Citilink dikabarkan menata strategi bisnis baru dan siap kembali beraksi dengan awak kabin yang muda dan ceria *halah..* terhitung mulai 1 September 2008. Hanya sayangnya ga ada penerbangan dari Jogja karena ga masuk rute penerbangan terkini. Ini artinya kalo diriku mo dapet penerbangan murah ke Balikpapan mesti ke Surabaya dulu.
Nah, hanya saja yg sedikit mengganjal, setelah tragedi Adam Air, diriku (mungkin juga orang kebanyakan) cukup trauma dengan penerbangan yang murah-murah. Biaya yang murah identik dengan ketidakberesan sistem maintenance atau perawatan pesawat.
Memang sih transportasi udara disebut-sebut sebagai yg paling aman meski dibandingkan jalur darat atau laut. Namun kalo kecelakaan ya memang tingkat harapan hidup penumpang paling kecil. Makanya perawatan untuk komponen sekecil apapun dari pesawat sangat krusial dan kalau diabaikan ya bisa jadi tragedi.
Celakanya, maintenance pesawat memerlukan dana yg tidak sedikit sehingga sebagian orang kini meragukan penerbangan murah yg dianggap menomerduakan safety. Apalagi pesawat yang digunakan di Indonesia rata-rata bekas dari negara lain dan sudah bukan barang baru.
Nah, bisakah Citilink memberikan jaminan keselamatan nomer satu? Bisakah membalikkan paradigma mengenai 'penerbangan murah' setelah tragedi Adam Air? Bisakah membuat diriku kembali percaya menggunakannya?
Sebagai catatan, armada Boeing B737-300 akan menjadi andalan Citilink. Bukan tergolong baru jika dibandingkan armada Airbus A320 teranyar milik Mandala Airlines yg top abisss. Masih ingat pesawat B737-300 milik Garuda Indonesia yg pecah ban hanya sesaat menjelang take off dari Bandara Soekarno-Hatta pada bulan Juni lalu? Padahal saat itu pesawat sudah melaju sangat kencang namun untung saja sang Pilot segera menyadari adanya ketidakberesan dan segera melakukan pengereman darurat yang menyebabkan pesawat bergetar hebat.
Citilink? We'll See...
Ciri khas armada Citilink kalo masih ingat tuh warna-warni. Mudah menarik perhatian apalagi untuk anak-anak kecil. Pakaian pramugarinya pun bercorak rame dan kalo terbang penumpang cuman dikasi permen relaxa, kiss, kopiko, de-el-el..(pengalaman pribadi..he..he).
Setelah menghentikan operasional sejak Januari 2008 silam karena merugi, Citilink dikabarkan menata strategi bisnis baru dan siap kembali beraksi dengan awak kabin yang muda dan ceria *halah..* terhitung mulai 1 September 2008. Hanya sayangnya ga ada penerbangan dari Jogja karena ga masuk rute penerbangan terkini. Ini artinya kalo diriku mo dapet penerbangan murah ke Balikpapan mesti ke Surabaya dulu.
Nah, hanya saja yg sedikit mengganjal, setelah tragedi Adam Air, diriku (mungkin juga orang kebanyakan) cukup trauma dengan penerbangan yang murah-murah. Biaya yang murah identik dengan ketidakberesan sistem maintenance atau perawatan pesawat.
Memang sih transportasi udara disebut-sebut sebagai yg paling aman meski dibandingkan jalur darat atau laut. Namun kalo kecelakaan ya memang tingkat harapan hidup penumpang paling kecil. Makanya perawatan untuk komponen sekecil apapun dari pesawat sangat krusial dan kalau diabaikan ya bisa jadi tragedi.
Celakanya, maintenance pesawat memerlukan dana yg tidak sedikit sehingga sebagian orang kini meragukan penerbangan murah yg dianggap menomerduakan safety. Apalagi pesawat yang digunakan di Indonesia rata-rata bekas dari negara lain dan sudah bukan barang baru.
Nah, bisakah Citilink memberikan jaminan keselamatan nomer satu? Bisakah membalikkan paradigma mengenai 'penerbangan murah' setelah tragedi Adam Air? Bisakah membuat diriku kembali percaya menggunakannya?
Sebagai catatan, armada Boeing B737-300 akan menjadi andalan Citilink. Bukan tergolong baru jika dibandingkan armada Airbus A320 teranyar milik Mandala Airlines yg top abisss. Masih ingat pesawat B737-300 milik Garuda Indonesia yg pecah ban hanya sesaat menjelang take off dari Bandara Soekarno-Hatta pada bulan Juni lalu? Padahal saat itu pesawat sudah melaju sangat kencang namun untung saja sang Pilot segera menyadari adanya ketidakberesan dan segera melakukan pengereman darurat yang menyebabkan pesawat bergetar hebat.
Citilink? We'll See...





