September 01, 2008

Istirahat Dulu Dari Blogosphere

To the point aja.

Diriku bertekad menyelesaikan skripsi dulu. Itu dah menjadi tujuan dan target utamaku bulan ini. Konsekuensi untuk mencapai target penting itu adalah dengan mengorbankan beberapa kegiatanku.

Gak aktif ikut latian menyanyi lagi sudah kulakukan sejak beberapa bulan lalu. Tapi itu ternyata gak cukup untuk membuatku lebih pintar dalam me-manajemen waktu. Setelah memikirkan dalam beberapa hari belakangan ini, diriku memutuskan mengurangi satu lagi kegiatan.

Unfortunately, pilihan itu jatuh pada kegiatan nge-blog!

Jadi, diriku pamit untuk sementara waktu, pun tidak berani memberi jaminan kapan akan kembali aktif lagi. Yang jelas setelah skripsi selesai baru akan bebas blogwalking. Tapi sesekali diriku pun akan muncul ngetok-ngetok pintu blog temans.

Terima kasih yg dah sudi berkunjung, maaf belum sempat dikunjungi balik. Keadaan mendesak skarang...diriku yakin teman-teman pasti maklum. Sampai jumpaaa..

Agustus 28, 2008

Nama, Ciri Khas, dan Doa

William Shakespeare pernah mencetuskan sebuah kalimat sakti yang terkenal melebihi nama William Shakespeare itu sendiri. "Apalah arti sebuah nama?", begitu bunyi kalimatnya. Cukup familiar di telinga kita bukan?

Di dunia ini, nama orang di setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Inzaghi, Botti, Totti, Bocelli, Pavarotti kita tahu merupakan nama-nama khas Italia.

Ivanovic, Mihajlovic, Milutinovic, Savicevic, Milosevic, Kovacevic merupakan nama-nama khas negeri Balkan.

Kasparov, Titov, Molotov, Karpov berasal dari Rusia.

Jadi, dengan nama kita punya ciri khas kan? Bukan tanpa arti! Entah lah jika penafsiranku akan kata-kata Shakespeare ini salah karena diriku toh gak ngerti apa-apa dengan bahasa sastra yg kadang-kadang bermakna eksplisit.

Asia juga punya ciri khas lho, Cina punya nama-nama yg unik. Kalo kita dengar nama-nama tersebut pasti langsung tau kalo itu dari negeri Tiongkok. Sebut saja Lin Dan, Soe Hok Gie, Pai Siu Chen, Siaw Long Lie.. *mulai ngawur*..Syang Syang Ma Ling Seng *tambah ngawur*..he..he..

Indonesia Juga ga mo kalah. Bahkan tiap daerah di Indonesia hampir punya nama-nama khas. Sebut saja Jaja Miharja, Mamat, Maman, Cecep. Tutup mata sambil ngebayangin aja kita langsung tau kalo itu nama asli Negeri Pasundan. Suharto, Suroso, Paijo, Santoso pasti dari daerah Jawa. Kalo daerah Sulawesi Selatan biasanya di akhir nama ada 'din', contohnya Syamsudin, Baharudin, Syaipudin. Nah kalo di Banjar kalo ga salah di akhir nama ada 'syah', seperti Irwansyah, Iskandarsyah, dll.

Tuh kan..Berarti nama punya arti sebuah ciri khas daerah asal sang pemilik nama. Terlepas dari mereka punya nama panggilan lain namun tetep saja mereka menyandang gelar dari tanah kelahiran leluhur mereka.

Nama juga berarti sebuah doa. Doa dari orangtua yang menginginkan anaknya menjadi orang yg sesuai dengan arti namanya. Walaupun gak semua harapan itu pasti terwujud.

Raja Ptolomeus II yg memerintah Mesir tahun 285-246 SM memiliki nama asli "Philadephus" yg berarti 'penyayang saudara'. Namun Semasa hidupnya ia membunuh dua orang saudara laki-lakinya.

Penerusnya sama saja. Raja Ptolomeus IV yg memerintah 221-203 SM memiliki nama asli "Philopator" yg berarti 'penyayang ayah'. Namun di masa hidupnya pun Ptolomeus IV melanggar arti namanya dengan membunuh ayahnya.

So, mau diberi nama apa anak kalian kelak?

PS: Terima kasih buat Jovie yg dah berkenan meng-edit kolom komentarku hingga jadi lebih sedap dipandang mata. Terima kasih juga buat reviewnya yah..keren bgt,sist! Sepertinya diriku mendapat banyak temen baru dari blogmu lho..:)





Agustus 25, 2008

Primbon, Ramal, Weton, Percayakah Anda?

"Ketik PRIMBON, kirim ke..bla..bla..Primbon dari saya, pas untuk Anda!"
Begitu ucapan seorang pria yg gak biasa di-shoot kamera krn terlihat dari aktingnya yg canggung, sering kita lihat di TV saat commercial break. Atau yg ini,

"Ketik MAMA, kirim ke..bla..bla.." Sahut seorang peramal kondang berdarah londo yg laku keras di tayangan talk show jika menjelang akhir tahun ataupun awal tahun. Atau,

"Ketik RAMAL,..."

"Ketik WETON,..."

"Ketik PLETON"

"Ketik DANTON"

*mulai ngaco gw*

Apa maksud postingan ini? OK, to the point aja, diriku ga suka banget ama iklan-iklan ini. Dikirain kita ini orang bodoh ato apa?

Oke kita memang dianggap bodoh, tapi jujur diriku ga pernah habis pikir apa rencana pembuat-pembuat iklan itu. Uang tentu saja! Tapi ini ga semata-mata masalah uang. Siapa yg setuju denganku silakan acungkan jari (asal jangan jari tengah aj), iklan-iklan ini sungguh tidak mendidik dan bagiku semuanya sampah!

Bayangkan, masak orang Indonesia mau diajarin untuk bergantung ama ramalan en informasi ga penting begituan? Masak orang Indonesia diajarin untuk bernaung di teritorialnya setan? Ingat, iklan ini ditonton semua lapisan masyarakat, dari orang jompo hingga anak kecil!!

Negeri ini masih di bawah belenggu kebodohan, apa jadinya jika orang-orang yg ga sempat sekolah trus dididik tiap hari lewat TV untuk menggantungkan hidupnya pada ramalan-ramalan begini? Mo jadi apa Indonesia di masa akan datang? Ga punya otak apa?! Okultisme koq dibisniskan!

Okultisme boleh saja ada di masyarakat Indonesia. Kebudayaan di Indonesia masih banyak yg berdasar pada hal-hal mistis, kita tahu itu. Tapi jika okultisme itu sampai di-iklankan di TV untuk tujuan komersil, mau di bawa ke mana bangsa ini...

Lama-kelamaan profesi 'dukun' akan digemari di Indonesia. Mungkin saja akan ada jadwal road show buat manggung ke seluruh pelosok tanah air dengan penonton fanatik seperti kalo ada acara dangdutan. Pernahkah kita berpikir 'Orang sakit pergi ke dukun, koq dukun sakit perginya ke dokter?'

Jadi, diriku menentang keras iklan-iklan seperti ini. Bukan masalah isi dari SMS yg akan diterima jika berlangganan, tapi dari segi penanaman okultisme-nya! Wong isi SMS-nya aja bikin kita mual koq, contohnya seperti SMS yg didapet seorang teman yg iseng-iseng register, seperti ini bunyinya:

"Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin"

Buset dah..apa gak mual tuh pengen muntah karena kebanyakan ketawa!